Showing posts with label pendapat ane. Show all posts
Showing posts with label pendapat ane. Show all posts

Thursday, October 20, 2022

Semua Terserah Anda

Awalnya Begitu Indah

Beberapa tahun yang lalu, kami bekunjung ke sebuah perusahaan rintisan di daerah Jakarta. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana membuat aktivtitas internalisasi nilai dan budaya perusahaan di sana. Berharap dari sana ada yang bisa ditiru dan dimodifikasi di tempat kerja kami.

Di sana kami kami diterima dengan baik. Proses tanya jawab dan saling berbagi informasi pun terjadi. Namun ada menarik yang sempat “tertangkap” oleh pendengaran kami. Di sela-sela kegiatan ada dua manager sedang mengeluarkan curahan hatinya masing-masing. Mereka sedang membahas masa depannya. Manager yang satu mempunyai rencana untuk menjadi konsultan ke depannya. Manager yang kedua pun mengiyakan langkahnya. Dia pun mempunyai rencana yang sama. Ternyata kedua manager ini sudah menyadari bahwa karir mereka tidak akan berkembang. Untuk mengantisipasinya mereka berencana merintis karir sebagai konsultan.

Pergi ke Masjid dengan Berjalan Kaki

Selama saya bekerja dari rumah atau work form home (WFH), saya mendapatkan pengalaman yang menarik.

Pengalaman tersebut saya dapatkan ketika saya mau menunaikan sholat jumat. Dikarenakan jarak rumah saya ke masjid cukup dekat saya memilih berjalan kaki pergi ke masjid sekligus berolahraga siang-siang. Kata orang sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dan di sini pengalaman menariknya.

Dengan mengenakkan peci dan menenteng sajadah saya berjalan menuju masjid. Dan selama perjalanan itu, ada dua pengendara mobil dan tiga pengendara motor yang menaarkan tumpangan kepada saya. Karena sedari awal niatnya mau olahraga, maka semua tawaran tersebut saya tolak dengan halus. Dan menariknya dari kelima orang tersebut hanya satu yang saya kenal. Itu juga karena dia tetangga saya. Selebihnya saya tidak kenal.

Saturday, March 12, 2022

Stay Focus to The Problem


Stay focus to the problem

 

Ketika saya duduk di bangku SD ada sebuah kejadian yang menarik buat saya. Saya bersekolah di sebuah SD negeri di daerah kabupaten Bekasi dengan Bapak saya sendiri sebagai kepala sekolahnya. Di dalam menjalankan operasi sekolah, Bapak saya dibantu oleh beberapa orang guru, tenaga administrasi, dan penjaga sekolah.

Untuk guru-gurunya terdiri dari guru wali kelas yang mengampu beberapa mata pelajaran sekaligus di kelas yang dia pegang. Dan ada pula guru mata pelajaran tertentu yang mengajarkan ke beberapa atau semua kelas seperti pelajaran agama dan olahraga.

Ceritanya bermula dari sini: ada seorang guru kelas mengajarkan sebuah mata pelajaran kepada murid-muridnya. Kebetulan salah satu muridnya mempunyai ibu yang berprofsesi sebagai guru juga di tempat lain. Karena merasa tidak mengerti atas penjelasan gurunya maka sang murid ini menanyakan kepada ibunya di rumah. Di saat itu sang ibu merasa apa yang telah diterangkan oleh guru anaknya berbeda dengan yang dia pahami.

Wednesday, February 17, 2021

Karena Hidup Bukan Untuk Dikenang Orang

Bekerja untuk keabadian

Untuk apa kita hidup? Untuk mati!

Setelah mati? Untuk dikenang!

Yakin begitu?


Apa yang terjadi setelah kematian kita, itulah refleksi dari segala sepak terjang yang kita lakukan semasa hidup. Apa yang akan dikenang orang setelah kita mati? Cerita-cerita kebaikan atau keburukan? Mudah-mudahan cerita yang baik-baik saja yang diingat. Kalau yang buruk-buruk, cukuplah kita dan Alloh SWT saja yang tahu. Termasuk malaikat-malaikat pencatat amal kebaikan.

Thursday, February 11, 2021

Tuhan pun Mendatangkan Nabi

Meja yang rapih

Atasan saya pernah ngomong seperti ini kepada saya. Seorang atasan kalau tidak setuju, walau pun tidak ngomong, tidak akan pernah terwujud. Misalnya kita mengusulkan sebuah program, sebenarnya atasan kita tidak menyetujuinya. Namun karena tidak enak hati atau merasa kasihan kepada kita akhirnya dia pun menyetujui program tersebut. Jadi lain di mulut lain di hati. Karena pada dasarnya tidak setuju, program itu tidak pernah berjalan atau kejadian sama sekali, walau pun mulutnya mengatakan oke-oke saja.

Teman saya pernah mengalami hal seperti itu. Ketika pertamakali diterapkan program 5R di direktoranya, direkturnya setuju-setuju saja. Karena program itu memang program dari pusat jadi wajib sifatnya. Namun karena sang direktur itu belum memahami benar dan ada perbedaan persepsi mengenai 5R akhirnya program 5R di direktoratnya tidak berjalan dengan baik. Bayangkan itu saja yang berbeda persepsi, belum sampai menolak. Apalagi kalau menolak.

Saturday, January 30, 2021

Apa Itu Sistem?

Pertandingan mix martial art (MMA)

Ini pernah terjadi. Beberapa bulan setelah rampung memperoleh sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) kami menghadapi sertifikasi SJH (Sistem Jaminan Halal). Biasanya kegiatan sertifikasi seperti kegiatan audit. Ada tim dari lembaga yang berwenang berkunjung dan melakukan pemeriksaan. Mereka akan memeriksa lapangan dan dokumen yang terkait. 

Mengenai dokumen, ada yang bertanya, "apakah kita harus buat SOP yang baru?" Maksudnya dia yang satu untuk sertifikasi CPKB dan yang satu untuk sertifikasi SJH dokumennya harus dipisahkan. Teman saya nyeletuk, "Gampang saja. SOP yang ada tinggal ditambahi "bismillah" di atasnya. Gampang, kan?" Teman saya ini sedang bercanda namun maksudnya benar. 

Kalau menurut saya kita tidak harus membuat SOP yang terpisah untuk dua keperluan yang berbeda karena yang mau diperiksa itu-itu juga. Orang dari BPOM memeriksa fasilitas produksi, begiu juga orang LP POM MUI memeriksa tempat yang sama. Cuma bedanya adalah kalau orang BPOM memeriksa dengan aspek CPKB sedangkan orang LP POM MUO dengan aspek SJH. Nah terus dokumennya bagaimana agar bisa diperiksa untuk dua tujuan berbeda?

Friday, January 29, 2021

Gagal atau Berhasil, Keduanya Baik Untuk Dipelajari




Ada seorang teman yang menceritakan perilaku "unik" bapaknya. Bapaknya tidak pernah memberi tahu mana yang seharusnya dilakukannya ketika menghadapi masalah.  Sekarang, teman saya ini ikut mengembangkan usaha yang telah dirintis oleh kedua orang tuanya. Berarti dia adalah generasi ke-2 dalam perusahaan keluarganya.  Jadi kalau ada masalah, ketika si anak bertanya maka bapaknya hanya mengatakan silahkan saja kamu ambil keputusan. Cuma yang membuat hati mangkel adalah ketika gagal, bapaknya baru memberi tahu apa yang benarnya seperti apa. Kalau begini, anaknya suka meggerutu. Kenapa tidak dikasih tahu dari awal, kalau sudah tahu akan gagal? Dan menurutnya dia baru bisa mengerti tindakan bapaknya itu setelah sekian lama.

Sepintas memang membuat kesal, namun apa yang dilakukan bapaknya adalah sebuah kebaikan buat anaknya. Anaknya dibuat mandiri dengan cara tersendiri. Dari awal bapaknya sudah mendorong untuk membuat keputusan walau pun itu akan gagal. Dan biasanya kita akan lebih "nyantol" pelajarannya kalau mengalami kegagalan terlebih dahulu atau lebih mudah belajar dari sebuah kegagalan dari pada keberhasilan yang kita buat. Jadi learning by doing; learning from failure. Dan tentu proses belajar dari kegagalan ini masih dalam rentang resiko yang terkendali.

Wednesday, January 27, 2021

Latihan Untuk (Berusaha) Ikhlas.

hati yang ikhlas

Waktu kuliah, saya sempat tertegun oleh sebuah motivational quote milik adik angkatan yang ditempel di meja tugas akhirnya. "Aku akan tetap berbuat baik, walau pun orang-orang tidak melakukan hal yang sama terhadapku." Keren menurutku quote itu. Sampai pada akhirnya saya baru menyadari bahwa quote itu mencerminkan orang yang ikhlas. Orang yang melakukan suatu kebaikan bukan karena siapa-siapa, melainkan hanya untuk Tuhan semata.

Quote yang menginspirasi tersebut tidak serta merta membuat saya mudah untuk melakukannya, bahkan sampai saat ini. Sehingga saya terhenti dalam satu titik : ikhlas itu memang susah. Susah karena itu adalah permainan hati. Namanya hati sangat mudah dibolak-balik.

Thursday, December 10, 2020

(Bukan) Bicaralah yang Benar atau Lebih Baik Diam


Atasan saya pernah cerita, waktu kecil dia suka ditegur kalau ditanya langsung menjawab. Nyamber seperti api ketika ada bensin. Kok enggak dipikir dulu maen jawab aja, begitu tegurannya. Jadi kalau ditanya atau diminta pendapat sesuatu harus difikirkan terlebih dahulu, kemudian baru menjawabnya.

Sepintas sepertinya sepele namun mengandung pesan yang amat penting. Sebelum kita berbicara, kita harus memikirkan masak-masak. Apakah yang akan kita sampaikan benar? Bagaimana cara menyampaikan yang tepat dan lain sebagainya. Jadi intinya kita tidak asal ngomong. Semua perkataan kita bisa dipertanggungjawabkan. 

Tuesday, December 8, 2020

Motivator dan Motivasi Ada di Mana-mana



Semasa kuliah menjelang akhir (yang tak berakhir-akhir alias lama lulus) saya dan teman-teman pernah membuah semacam lembaga training. Namanya Pentagon Training House. Seperti halnya lembaga training lainnya kami menjadi trainer dan menyediakan layanan training kepada teman-teman yang ada lembaga kampus seperti keluarga mahasiswa, himpunan dan rohis. Materi yang kami berikan pun beragam, karena latar belakang kami beragam, tergantung dari pada permintaan teman-teman. Istilah kerennya adalah palugada. Apa-apa lu minta gua ada. Dan bayarannya beragam juga. Mulai dari terima kasih, konsumsi satu kali makan dan uang. Terakhir kami pernah dibayar dengan angka yang cukup lumayan.

Friday, November 20, 2020

Dengan Hewan Peliharaan Membuatmu Bersyukur Sebagai Manusia



"Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja" - HAMKA

Sejak memelihara seekor kucing jantan, yang diperoleh dari mengadopsi dari seseorang yang belum dikenal, membuat saya bersyukur menjadi seorang manusia. Karena dengan mengamati tingkah laku sehari-harinya ternyata ada perbedaan yang jelas antara manusia dan seekor binatang.

Tuesday, November 17, 2020

Bukan Kripik. Dari Mengkritik Jadi Dikritik



Dulu saya suka hasil karya orang lain, baik berupa tulisan maupun yang lain. Kok jelek ya? Kayak begini berani ditampilin? Saya bisa buat yang lebih bagus. Namun lucunya setelah puas mengomentari saya tidak membuat apa-apa juga. Hanya menjadi tukang kritik, tukang menilai saja. 

Lama-kelamaan muncul kesadaran, kok bisanya ngeritik terus? Kalau bisa buat yang lebih bagus kenapa enggak dicoba aja. Nah ternyata dari sini, saya tahu bedanya antara pemain dan komentator. Memang susah ternyata. Seolah mudah ketika menilai, namun terasa berat ketika mengerjakan sendiri. Jadi kalau lihat karya orang yang sepertinya biasa-biasa saja, saya komentari bagus karena memang prosesnya tidak mudah. Saya kasih bagus untuk usahanya. 

Sunday, November 15, 2020

Pengetahuan dan Pembelajaran



Dalam teori 4 lensa Deming (Deming’s theory of profound knowledge) disebutkan bahwa pengetahuan adalah perpaduan teori dan pengalaman atau teori yang sudah diujikan/dilakukan.

Teori itu sesuatu yang mendasari, berupa hipotesis atau asumsi yang berasal dari membaca buku, sharing pengalaman orang lain, googling, dan lain sebagainya. Teori dibutuhkan untuk membuat prediksi ketika memutuskan dan mengerjakan sesuatu.

Saturday, November 14, 2020

Ternyata Rahasia Enaknya Indomie Kuah Itu Ada di Bungkusnya



Kita semua tahu bahwa indomie dan mie instan lainnya adalah sesuatu barang yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari, apalagi sehari tiga kali. Dia kita hadirkan dalam perut kita untuk mengembang sehingga bisa mengganjal lambung yang dalam keadaan lapar. Dengan bumbu penyedap dan cabe bubuknya membuat hari kita menjadi sempurna menikmati makanan ini. Dengan atas nama apa pun sebagian besar kita pernah mengalaminya pengalaman menyantap indomie ini.

Dan dengan berbagai alasan sebagian besar orang masih mengkonsumsi indomie ini. Baik indomie goreng maupun indomie kuah. Ada yang karena masalah ekonomi, seperti sebagian besar saudara-saudara kita dan mahasiswa, bosan dengan makanan yang ada, ada yang ingin nostalgia masa-masa dulu, ada yang sebagai makanan di luar jam makan yang eksis dan lain sebagainya. Intinya orang masih menikmati indomie baik rutin maupun sewaktu-waktu. 

Sunday, November 8, 2020

Ketika Lapangan Tidak Seindah Rencana



Saya pernah mengerjakan relayout ruangan selama bekerja di tempat saya bekerja sekarang. Relayotu karena ada departemen yang pindah ke ruangan baru, relayout karena penambahan staff dan lain sebagainya. Dari pekerjaan ini saya mendapatkan sebuah pembelajaran yang menarik. Kalau melihat di kertas lay out ruangan terasa luas, namun ketika dipraktekkan ke lapangan terasa sempit. Ternyata di lapangan tidak seindah rencana. Malah pernah kejadian harusnya di area tersebut bisa muat satu meja, ternyata tidak. Kalau mau harus dengan meja yang lebih kecil ukurannya. Padahal waktu merancangnya sudah berdasarkan gambar lay out perusahaan. Jadi tidak asal-asalan.

Tuesday, October 20, 2020

Kemampuan Untuk Memilah Informasi

Di era informasi ini, banyak informasi membanjiri kehidupan kita siang dan malam. Dan seringnya kita merasa kebingungan untuk memilah informasi yang akan digunakan. Dan ini menjadi kompetensi tersendiri di abad ini.

Seperti dalam beberapa pekan ini, banyak teman-teman berbagi informasi tentang sesuatu hal. Tanpa janjian, mereka berbagi hal-hal yang mirip walau pun sumber dan cara penyampaiannya berbeda. Yang pada awalnya semua orang antusias menerima informasi ini lama kelamaan menjadi bosan bergerak menjadi muak dan mau muntah kalau tidak ditahan (teman saya menyebutnya mau meledak).

Kita mengeluhkan bahwa informasi ini begitu banyak. Satu informasi baru selesai dibaca, ketika mau diterapkan sudah datang informasi yang lain yang datangnya bak air bah di musim hujan.

Di sini, kita harus mempunyai skill untuk mengelola informasi. Pertama kita pilah informasi yang kita butuhkan. Kemudian kita pilih informasi. Dasar pemilihan adalah yang baik secara fundamental (secara konsep make sense dan common sense) dan relevan. Kemudian itu kita pergunakan. Kalau ditengah-tengah ada informasi yang lainnya, tinggal kita uji dengan apa yang sudah kita pilih. Itu jadi tolak ukurnya. Tinggal kita sesuaikan. Kalau informasi yang datang, baik kita terus lanjut dengan yang kita sudah pilih sebelumnya. Kalau ada berbeda sedikit-sedikit, tinggal kita sesuaikan. Kalau ada yang benar-benar berbeda, maka kita perlu pikirkan lagi. Kalau ini lebih baik, yang lama kita tinggalkan. Kalau tidak atau malah bertentangan, kita setia dengan yang kita pilih.

Sejujurnya informasi itu banyak yang tidak baru dari secara isi. Ia seperti barang lama yang berganti-ganti kemasan. Kalau kata atasan saya kalau kita sudah punya pemahaman yang fundamental bisa melihat hal itu dan tidak jadi latah untuk ikut-ikutan. Karena pada prinsipnya tidak ada sesuatu yang baru di muka bumi ini.

Wednesday, September 23, 2020

Corona, Jawaban Tuhan Atas Semua Doa-doa Hamba-Nya


Ada sisi lain yang belum pernah atau sedikit dibahas dari corona. Corona sebagai pandemi dan mematikan sudah banyak yang membahasnya. Kita perlu melihat dari sisi lain : corona adalah jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan manusia di muka bumi. Luar biasa memang Tuhan. Hanya dengan satu "jentikan" saja maka semua doa yang beragam itu terjawab semua dengan namanya corona.

Coba kalau kita berpikir ke belakang, banyak hal-hal yang kita keluhkan dan kita khawatirkan mengenai dunia dan kehidupan ini. Baik yang serius maupun yang tidak. Dan kita berharap ada jalan keluar atas semua itu.

Monday, August 31, 2020

Belajar dari Pak Entis : Harga Sebuah Konsistensi

Harga Sebuah Konsistensi


Dalam kehidupan sehari-hari ada orang yang begitu mudah diingat oleh orang lain dan ada yang tidak. Istilah saya adalah orang yang dari kesan pertama sudah menggoda dan orang yang mudah dilupakan begitu saja. 

Untuk hal ini saya mengalaminya sendiri. Waktu masuk ITB,  karena hanya bertiga dari SMA saya yang diterima, maka otomatis kami adalah new legal alien di kota kembang ini. 

Saturday, August 8, 2020

Bagaimana Agar Tulisan Enak DIbaca


Ada sebagian orang yang mempunyai masalah dengan menulis. Baik itu sulit untuk menuangkan ide menjadi tulisan atau bagaimana agar tulisan enak dibaca.

Kalau sulit untuk menulis, maka saran saya mulailah untuk menulis. Menulis apa saja.

Setelah menulis apa saja, maka masuk ke masalah yang kedua. Bagaimana agar tulisan enak dibaca.

Mengapa tulisan kita harus enak dibaca oleh siapa pun yang membacanya? Karena kalau enak dibaca maka ide atau pokok pikiran yang mau disampaikan diterima dengan mudah olehnya. Sehingga tidak ada informasi yang salah. Kita maunya ke kanan, yang membaca menangkapnya ke kanan. Bukan sebaliknya.

Monday, July 13, 2020

Apakah Tertawa Bisa Membuat Tidur Nyenyak?




Apakah tertawa bisa membuat tidur nyenyak? 

Sampai saat ini saya belum mendapatkan jawabannya. Namun setelah memperhatikan perilaku anak saya beberapa pekan terakhir ini, saya berkesimpulan ke arah sana.

Anak saya ini mempunyai masalah dengan tidurnya. Dia sering terbangun di tengah malam. Agar bisa tidur kembali dia membutuhkan usaha yang lebih. Termasuk kami orang tuanya harus mengeluarkan "effort" juga. Kami harus menyakinkan, memberi motivasi, dan masukan agar mau tidur lagi. Jadi kalau dia susah tidur lagi, kami juga ikut-ikutan susah tidur.

Apa yang telah terjadi sehingga ada sebuah perbedaan yang signifikan?