Orang yang disebut sebagai saudara kembaranya, sebenarnya tidak layak untuk dipanggil begitu. Aji, rambutnya lurus, dipotong pendek dan selalu rapih belah pinggir sebelah kanan. Sedang orang ini berambut ikal, ke sana kemari mengikuti gerakannya yang tidak mau diam. Jadi mereka berdua adalah saudara kembar beda bapak beda ibu dan beda kelakuannya. Yang membuat layak dipanggil bersaudara hanya semata-mata namanya sama. Orang itu bernama Aji juga. Tepatnya Sangaji. Untuk memudahkan dan tidak tertukar, biasanya teman-teman memanggilnya Aji Samiaji dan Aji Sangaji.
Aji Samiaji hanya mengamati tingkah laku temannya yang satu ini. Dia tidak sudi untuk bergabung dengan orang-orang untuk menyambut dan mengelu-elukan. Karena dia tahu Aji Sangaji akan datang menemuinya.
"Eh, mana kembaran gua? Dia datang kan?"Tanya sambil gelagapan. Pandangannya menyapu seluruh penjuru ruangan, Matanya berkeliaran mencari Aji Samiaji."Nah itu dia."Akhirnya dia menemukannya. Dan langsung dia menuju meja dimana Aji Samiaji berada.
"Hallooo....gimana kabarnya Bro?"Sapanya sambil mengangkat kedua lengannya tinggi-tinggi siap untuk memeluk siapa pun yang di depannya.
"Baik."Dibalasnya cukup dengan sebuah jabat tangan yang erat. Aji Sangaji mengguncang-guncangkan tanpa mau buru-buru melepaskannya. Setelah dirasa cukup puas, dilepaskan tangan kawannya ini dan langsung duduk berhadapan.
"Gimana Bro? Lu dah jadi direktur?"Tanyanya langsung.
Aji Samiaji hanya tersenyum.
"Sama gua juga belum jadi apa-apa. Eh, Lu masih di tempat yang lama?"
"Iya."
"Betah amat."
"Ya. Habis gimana lagi. Mau pindah kemana."
Aji Sangaji hanya mengangguk-angguk tanpa kata-kata.
"Gimana Ibu Lu?"
"Ya begitu deh." Jawabnya datar.
Untuk beberapa waktu dan tempat berhenti sejenak.
"Sorry Ji. Gua enggak bermaksud begitu sama Lu."
"Enggak apa-apa. Gua tahu kok."
"Thanks Brother", Aji Sangaji menarik nafas pelan."Gua tahu Lu orang yang kuat."Tangannya memegang erat pundak Aji Samiaji.
"Makasih. Gimana kerjaan Lu? Dah pindah lag?"
"Ha ha ha ha ha. Iya!"
Showing posts with label ngayal. Show all posts
Showing posts with label ngayal. Show all posts
Thursday, July 4, 2019
Wednesday, July 3, 2019
Cerita Bagian Satu
Sedari sore rumah
makan khas sunda di jalan utama kota Bekasi sudah dipenuhi orang.
Selepas maghrib semakin banyak yang datang. Malam ini adalah acara
halal bi halal SMA 300 Bekasi angkatan 97. Acara halal bi halal rasa
reuni dipenuhi dengan obrolan yang ramai. Sesekali gelak tawa
terdengar. Para undangan ini sedang mengulangi memori suka suka dan
dukanya waktu masih berseragam putih abu-abu.
Salah satu peserta
ini adalah bernama Samiaji. Berbeda dengan teman- temannya dia
memilih untuk berdiam di sebuah sudut yang terhalang tiang bangunan. Tangannya
asyik memijit- mijit layar gawainya. Sesekali dia melambaikan tangan
menjawab setiap sapaan temannya sambil tidak lupa tersenyum. Setelah
itu dia kembali ke aktivitas semula. Sudah cukup lama, Aji, panggilan
Samiaji berkomunikasi melalui What's App dengan istrinya di rumah.
Ayah sudah sampai di
tempat.
Ibu sedang apa?
Ibu sedang baringan.
Seharian ini capek
menemani anak-anak main.
Ibu bagaimana?
Ibu? Tadi agak susah
makannya. Mau nunggu ayah pulang. Harus dibujuk dulu baru mau makan.
Tadi habis isya sudah tidur.
Aji, menghela nafas
dalam-dalam. Matanya menatap dalam-dalam tulisan istrinya.
Makasih ya Bu?
Sudah jadi ibu yang
baik. Sudah jadi anak yang baik.
I love You.
Love you too.
Aji menyudahi
percakapannya dengan sang istri. Dalam hidupnya pesan istrinya adalah
pesan yang paling penting sedunia. Tidak peduli sedang rapat dengan
atasannya; bahkan mungkin dengan presiden kalau ada pesan atau
panggilan telefon dari istrinya pasti akan diangkatnya.
“Ji!” Seseorang
memanggilnya. Aji mencari sumber suara. Suara tersebut dari dari Sri,
sang bendahara kelas pada zaman sekolah dulu.”Tuh kembaran Lu
datang.”Katanya sambil menunjuk seseorang yang baru datang.
Sepertinya dia adalah orang yang paling terakhir datang di acara ini.
Mata Aji tertuju
pada seorang pria. Semua orang memandangnya. Dia sapa semuanya. Tidak
lupa senyumnya yang manis mengembang di mulutnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)