Showing posts with label jumat barokah. Show all posts
Showing posts with label jumat barokah. Show all posts

Thursday, October 20, 2022

Pergi ke Masjid dengan Berjalan Kaki

Selama saya bekerja dari rumah atau work form home (WFH), saya mendapatkan pengalaman yang menarik.

Pengalaman tersebut saya dapatkan ketika saya mau menunaikan sholat jumat. Dikarenakan jarak rumah saya ke masjid cukup dekat saya memilih berjalan kaki pergi ke masjid sekligus berolahraga siang-siang. Kata orang sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dan di sini pengalaman menariknya.

Dengan mengenakkan peci dan menenteng sajadah saya berjalan menuju masjid. Dan selama perjalanan itu, ada dua pengendara mobil dan tiga pengendara motor yang menaarkan tumpangan kepada saya. Karena sedari awal niatnya mau olahraga, maka semua tawaran tersebut saya tolak dengan halus. Dan menariknya dari kelima orang tersebut hanya satu yang saya kenal. Itu juga karena dia tetangga saya. Selebihnya saya tidak kenal.

Friday, February 19, 2021

Berceritalah Agar Bertumbuh

Tumbuh


Kalau kita mempunyai sebuah ide, ide apa pun maka lepaslah dia dari genggaman kita agar dia bisa tumbuh, kuat dan membesar. Ini sama saja dengan berdialektika. Kita mempunyai sebuah tesis, kita lempar ada yang menanggapinya sebagai antitesisnya, pergumulan ini menghasilkan sebuah sisntesis dimana idenya sudah berubah bukan ide kita saja. Dia merupakan gabungan antara ide kita dengan tanggapan dan masukan orang lain.

Friday, February 5, 2021

Semua Hanyalah Titipan

Seluas samudra


Kalau kita dititipi sesuatu maka ketika yang yang punyanya datang mengambil seharusnya kita biasa-biasa saja. Soalnya itu bukan milik kita, kita hanya dititipi. Dan titipan itu tidak hanya barang, melainkan harta, anak, pasangan hidup, karir dan lain sebagainya. 

Friday, January 29, 2021

Gagal atau Berhasil, Keduanya Baik Untuk Dipelajari




Ada seorang teman yang menceritakan perilaku "unik" bapaknya. Bapaknya tidak pernah memberi tahu mana yang seharusnya dilakukannya ketika menghadapi masalah.  Sekarang, teman saya ini ikut mengembangkan usaha yang telah dirintis oleh kedua orang tuanya. Berarti dia adalah generasi ke-2 dalam perusahaan keluarganya.  Jadi kalau ada masalah, ketika si anak bertanya maka bapaknya hanya mengatakan silahkan saja kamu ambil keputusan. Cuma yang membuat hati mangkel adalah ketika gagal, bapaknya baru memberi tahu apa yang benarnya seperti apa. Kalau begini, anaknya suka meggerutu. Kenapa tidak dikasih tahu dari awal, kalau sudah tahu akan gagal? Dan menurutnya dia baru bisa mengerti tindakan bapaknya itu setelah sekian lama.

Sepintas memang membuat kesal, namun apa yang dilakukan bapaknya adalah sebuah kebaikan buat anaknya. Anaknya dibuat mandiri dengan cara tersendiri. Dari awal bapaknya sudah mendorong untuk membuat keputusan walau pun itu akan gagal. Dan biasanya kita akan lebih "nyantol" pelajarannya kalau mengalami kegagalan terlebih dahulu atau lebih mudah belajar dari sebuah kegagalan dari pada keberhasilan yang kita buat. Jadi learning by doing; learning from failure. Dan tentu proses belajar dari kegagalan ini masih dalam rentang resiko yang terkendali.

Friday, January 22, 2021

Bagaimana Membentuk Kebiasaan Baru

gerakan plank

First we make our habits, then our habits make us. – Charles C. Noble


Untuk menjelaskan "hebatnya" kebiasaan, atasan menjelaskan dengan menggunakan kata habit. Ketika huruf "h"-nya dihilangkan masih ada "a bit". "A bit" ini masih ada maknanya. Kemudian kalau kita hilangkan huruf "a"-nya masih ada "bit". "Bit" ini pun masih ada maknanya. Kemudian kalau kita hilangkan huruf "b"-nya masih ada "it". "It" ini pun masih ada maknanya. Dan ketika kita hilangkan huruf "i"-nya maka tinggal huruf "t".

Jadi kebiasaan itu tidak mudah untuk dihilangkan, sekaligus tidak mudah membentuk sebuah kebiasaan baru. Ketika kita memulai kebiasaan baru, maka kita harus berubah. Perubahan itu tidak menyenangkan, seperti halnya orang yang biasa buang air besar di kloset jongkok, harus melakukannya di kloset duduk. Alhasil orang tersebut jongkok di kloset duduk.

Friday, January 15, 2021

Kerjakan Saja

Kerjakan saja


Berdasarkan inspirasi dari atasan saya, di dalam membuat target jangan terlalu banyak berfikir kerjakan saja; just do it, ada lebih baik dari pada tidak ada; better than nothing. Karena kalau menunggu sempurna tidak akan pernah kejadian. 

Misalnya kita tahun ini ingin menurunkan berat badan. Misalnya kita bingung faktor apa yang berpengaruh kepada penuruan berat badan : apakah olahraga rutin atau mengatur pola makan. Terus bagaimana mengukurnya. Boleh kita mencari tahu semua informasi itu. Tetapi jangan terlalu lama. Dapatkan informasi secukupnya sebagai landasan bertindak. Berdasarkan literatur kita yakin olahraga ternyata yang berpengaruh ke penurunan berat badan. Olahraga yang disarankan adalah lari. Terus kita mau tahu berapa kilogram berat tubuh yang mau kita kurangi. 

Berdasarkan infromasi tersebut kita langsung lari. Pertanyaan-pertanyaan misalnya lari berapa menit, berapa kali dalam sepekan dan lain sebagainya sambil lalu saja. Kita kenakan sepatu dan langsung lari. Mau lari dimana, mau pakai sepatu apa sambil lalu saja. Karena jawaban-jawaban dari sebanyak pertanyaan itu akan terlihat setelah kita mulai lari pertama kali.

Setelah lari untuk pertama kalinya, kita akan mendapatkan insight. Oh, ternyata lari di komplek rumah masih baik-baik saja, karena jauh dari kawasan industri. Kemudian besoknya kita lari lagi. Setelah beberapa hari kita bisa lari yang optimal berapa kali dalam sepekan dan seterusnya.

Jadi kalau mempunyai suatu target, cari informasi secukupnya, jangan terlalu, kerjakan, terus dievaluasi, perbaiki, kerjakan, terus dievaluasi.


Photo by dylan nolte on Unsplash