Showing posts with label katanya sih puisi. Show all posts
Showing posts with label katanya sih puisi. Show all posts
Wednesday, February 12, 2020
Receh
Receh
Tidak perlu menjadi raja atau sultan
untuk menjadi bermanfaat
Bahkan menjadi ganjalan pintu dan kuping panci saja
sudah bermanfaat
Tidak perlu memadamkan kebakaran, atau menahan laju kereta datang.
Apalagi menghentikan rotasi bumi.
Cukup dengan tersenyum dan berkata baik,
kamu sudah ada gunanya.
Tidak perlu menjadi sesuatu untu berbuat sesuatu.
Sebaik-baiknya orang adalah orang yang paling bermanfaat.
Kamu bisa melakukan saat ini, dan dimulai dari hal-hal kecil.
sumber gambar : @candukata.id
Thursday, August 22, 2019
Benci Mengucapkan Selamat Tinggal
Kenapa Engkau, tidak mau menemuiku?
Bukankah setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan?
Oleh karena itu aku semakin membencinya.
Monday, July 8, 2019
Doa Untuk Istriku
Doakan Ibu.
Selalu. Ayah selalu mendoakan ibu.
Ayah doakan ibu apa?
Kuat dan sabar.
Suatu hari, istri saya menumpahkan kekesalannya kepada saya via WA. Beberapa masalah domestik seperti pompa ngempos tidak mau menarik air, kran patah tidak terjadi ketika saya ada di rumah. Seolah-olah masalah-masalah ini tahu kalau laki-laki dewasanya tidak ada di rumah di hari kerja. Belum lagi ditambah dengan harus mengasuk kedua anak kami.
Di satu sisi ada beberapa "kemajuan" yang terjadi pada istri saya. Karena kejadiannya bertepatan saya berada di Jakarta maka mau tidak mau dia harus menghadapi sendiri. Harus mengontak tukang yang dimintai tolong sampai mancing pompa yang tidak narik-narik.
"Sekarang Ibu berhasil mancing air."Kataa istri saya menunjukkan kebolehan barunya.
"Wah Ibu hebat. Mungkin Alloh sedang menyiapkan "sesuatu" buat Ibu."Kata saya.
"Ah, enggak mau. Kalau Ibu bisa mengerjakan sendiri. Berarti ayah sudah enggak ada."Balas istri saya. Dia merasa kalau semua bisa tanpa bantuan, saya akan menghadap Alloh SWT terlebih dahulu.
"Bukan itu. Kan kita sudah sepakat, Ibu duluan baru Ayah." Buat istri saya, dia akan merasa sedih sekali kalau suaminya lebih dahulu meninggal.
"Lagi pula Ayah selalu berdoa bisa mencapai usia seratus tahun. Ingin lihat Abang mandiri." Abang, adalah anak pertama kami. Alhamdulillah dia dianugerahi ADHD.
"Oh iya ya."
"Siapa tahu Ayah jadi Walikota Bandung. Kan enggak elit kalau ada kunjungan presiden, dicari-cari. Kemana Pak Walinya? Maaf Pak Walinya lagi mancing air. Dari tadi enggak naik-naik.
Dan mudah-mudahan Alloh memang mengabulkan doa saya agar dia sabar dan kuat. Karena kami tidak tahu apa yang terjadi esok hari.
Selalu. Ayah selalu mendoakan ibu.
Ayah doakan ibu apa?
Kuat dan sabar.
Suatu hari, istri saya menumpahkan kekesalannya kepada saya via WA. Beberapa masalah domestik seperti pompa ngempos tidak mau menarik air, kran patah tidak terjadi ketika saya ada di rumah. Seolah-olah masalah-masalah ini tahu kalau laki-laki dewasanya tidak ada di rumah di hari kerja. Belum lagi ditambah dengan harus mengasuk kedua anak kami.
Di satu sisi ada beberapa "kemajuan" yang terjadi pada istri saya. Karena kejadiannya bertepatan saya berada di Jakarta maka mau tidak mau dia harus menghadapi sendiri. Harus mengontak tukang yang dimintai tolong sampai mancing pompa yang tidak narik-narik.
"Sekarang Ibu berhasil mancing air."Kataa istri saya menunjukkan kebolehan barunya.
"Wah Ibu hebat. Mungkin Alloh sedang menyiapkan "sesuatu" buat Ibu."Kata saya.
"Ah, enggak mau. Kalau Ibu bisa mengerjakan sendiri. Berarti ayah sudah enggak ada."Balas istri saya. Dia merasa kalau semua bisa tanpa bantuan, saya akan menghadap Alloh SWT terlebih dahulu.
"Bukan itu. Kan kita sudah sepakat, Ibu duluan baru Ayah." Buat istri saya, dia akan merasa sedih sekali kalau suaminya lebih dahulu meninggal.
"Lagi pula Ayah selalu berdoa bisa mencapai usia seratus tahun. Ingin lihat Abang mandiri." Abang, adalah anak pertama kami. Alhamdulillah dia dianugerahi ADHD.
"Oh iya ya."
"Siapa tahu Ayah jadi Walikota Bandung. Kan enggak elit kalau ada kunjungan presiden, dicari-cari. Kemana Pak Walinya? Maaf Pak Walinya lagi mancing air. Dari tadi enggak naik-naik.
Dan mudah-mudahan Alloh memang mengabulkan doa saya agar dia sabar dan kuat. Karena kami tidak tahu apa yang terjadi esok hari.
Thursday, April 4, 2019
aku terlupakan zaman
tak apa-apa,
aku terlupakan zaman,
seperti sebutir pasir terbenam di hamparan pantai
aku yang tidak diingat
aku yang tidak disebut
aku yang tidak dicari
aku yang tidak dikunjungi
itulah aku
tak apa-apa
terlupakan waktu, bukan berarti aku tak ada
Wednesday, March 6, 2019
aku
kalau kamu dilahirkan kembali, kamu ingin menjadi apa?
aku tidak percaya konsep reinkarnasi! aku tetap aku seperti sekarang ini.
aku tidak mau berandai-andai.
aku tetap aku.
aku yang tetap menunggu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
