Sunday, August 17, 2025

Seorang Teman Lupa Mengingat Tuhan



Suatu hari seorang teman lupa dzikir kepada Tuhannya. Dia nampak resah. Hatinya tidak tenang. Akhirnya dia meminta izin untuk menyibukkan diri selama 5 menit untuk berdzikir. 

Selesai berdzikir hatinya sudah tenang. Dia tidak resah lagi. Namun tak lama kemudian dia menangis tersedu-sedu.

Temannya bertanya, "Mengapa dia menangis seperti itu?"

Sambil menangis dia menjawab, “Tadi aku lupa berdzikir sehingga hatiku tidak tenang; gelisah tidak karuan. Setelah 5 menit berdzikir hatiku menjadi tenang.”

“Terus kenapa kamu menangis?”

“Aku menangis karena aku takut aku telah menuhankan dzikirku. Aku takut aku yakin (believe) yang membuatku tenang adalah dzikirku. Bukan karena Tuhanku.”

Dan dia pun terus menangis.

Sunday, October 22, 2023

Menegur

Kata atasan saya menegur bawahan adalah termasuk pekerjaan (task) yang tidak enak. Kalau tidak percaya silahkan dicoba.

Yang membuat tidak enak karena harus menyampaikan fakta yang kemungkinan menyinggung atau tidak disukai oleh orang yang kita tegur. Apalagi masyarakat kita adalah masyarakat yang menjaga harmoni, yang tidak enakan dan saling diam-diaman kalau ada yang salah.

Menegur menjadi tidak enak karena konsepnya adalah menyampaikan tentang sesuatu hal yang kurang baik terkait dengan orang yang kita tegur, dengan kata lain menyampaikan kesalahan dan kekurangan dari orang tersebut.

Bagaimana kalau menegur itu diubah untuk memperbaiki seseorang atau membuat seseorang menjadi lebih baik. Kita sampaikan faktanya seperti itu dan diharapkan ini tidak terjadi lagi. Karena semangat ini maka kita berfokus kepada apa-nya dan bagaimana memecahkannya, bukan siapa-nya.

Tuesday, September 26, 2023

Memang boleh hidup sesempurna itu?

Memang boleh hidup sesempurna itu?

Aku diperkenalkan sesosok yang menurutku sempurna. Tak ada kekurangan sedikit pun yang melekat padany. Waktu mahasiswa dia dikenal pintar, lulus dengan IPK tinggi, aktif berorganisasi dan menjadi pimpinan tertinggi lembaga kemahasiswaan di kampusnya.

Setelah lulus dia bekerja di perusahaan multi national company yang ternama. Kemudian dia ambil S2 di MIT. Dan sekarang dia sedang merintis usaha yang ceritanya sebentar lagi sukses.

Dalam pikiranku tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang ada kekurangan, setiap ruang ada titik kosongnya.

"Apakah dia menikah?"

"Menikah".

"Apakah dia mempunyai anak?"

"Punya."

Sampai saat ini aku berhenti untuk menelisik lebih jauh. Aku khawatir keinginantahuan ini malah berubah menjadi iri yang akhirnya berharap-harap agar sosok ini mempunyai kekurangan atau memperoleh kekurangan. Berharap di sini sama saja dengan mendoakan.

Awalnya menurut perhitunganku ini sosok ini mempunyai karir cemerlang mengorbankan dengan tidak menikah atau tidak diberi keturunan karena sibuk mengejar karir dan membangun bisnis. Namun tidak dengan sosok ini. Sudah cukup keinginantahuanku. Kalau diteruskan hanya akan berujung pada dua hal. Aku yang semakin merana atau tumbuh kebencian tak berdasar terhadap sosok itu.

Kehidupan macam apa yang dia lakoni sehingga semua terlihat, bukan hanya terlihat, memang semuanya sempurna.



Friday, September 1, 2023

Pimpinan Harus Bisa Menggaji Dirinya Sendiri

Dalam satu sesi Executive Program on Quality Management yang diampu oleh Dr. Kano, ada pertanyaan yang menarik. Dia bertanya kepada kami semua. Bagaimana dengan kondisi kantor atau pabrik? Apakah tetap beroperasi selama kami yang sebagian besar adalah middle up manager?

Kami menjawab semuanya beroperasi seperti biasa. Makanya kami bisa mengikuti program ini. Kemudian Dr. Kano bertanya lagi, kalau begitu apa peran kalian? Sehingga kalian meninggalkan perusahaan hampir sepuluh hari, perusahaan masih bisa tetap beroperasi. Kami semua tertawa begitu mendengar pertanyaan tersebut, sekaligus mendapat pembelajaran. 

Saya langsung merenung. Benar juga apa yang dikatakan Dr. Kano. Kalau ada operator yang tidak masuk langsung bisa diprediksi berapa output yang berkurang. Kalau ada sales atau SPG tidak masuk langsung bisa diprediksi berapa target sales yang tidak tercapai. Maka orang-orang dengan posisi tersebut adalah sebagai frontliner (garda terdepan) dimana diciptakannya nilai untuk perusahaan.

Makanya pemilik perusahaan tempat saya bekerja sering mengingatkan, kita sebagai pimpinan harus bisa membayar gaji kita sendiri. Maksudnya apa? Dengan kehadiran kita sebagai pimpinan maka kita harus bisa memberikan nilai tambah pada perusahaan. Jangan sampai adanya seorang sales supervisor, targetnya dia hanya kumpulan dari target anggota tim di bawahnya. Dimana tanpa adanya dia, target itu sudah tercapai. Kalau bisa dengan adanya sales supervisor maka target anak buahnya bisa naik lagi.

Karena kita pimpinan, maka kita harus bisa menciptakan sistem yang mendukung kinerja dan mengeluarkan potensi anggota tim sampai pada batasnya dan menghasilkan output yang diharapkan. Jadi menjadi pimpinan itu bukan membuat kita mempunyai fasilitas yang berbeda akan tetapi bagaimana kita bisa meningkatkan kinerja perusahaan.


catatan :

Dengan bisanya pimpinan meninggalkan kantor atau pabrik, menunjukkan juga bahwa sistemnya sudah berjalan dengan baik. 

Friday, August 11, 2023

Ada yang Meninggal, yang Menyolati Banyak



Tadi siang menyempatkan diri untuk sholat jumat di Masjid Salman ITB. Sebelum sholat dimulai sudah diumumkan bahwa setelah menunaikan sholat jumat, dilanjutkan dengan sholat jenazah.

Benar saja setelah selesai salam, langsung imamnya mengajak semua jamaah untuk berdiri dan merapat. Sholat jenazah segera akan dimulai. 

Yang membuat saya kagum adalah jamaah yang menyolati begitu banyak. Hampir penuh dalam ruangan masjid Salman ITB. Dan sholatnya dilakukan dua gelombang. 

Berarti orang baik, pikir saya. Dia meninggal di hari baik dan yang menyolati begitu banyak. Dan benar saja teryata almarhum adalah aktivitis dan pengurus masjid Salman ITB. Sudah banyak "karya" dia di dunia dan menjadi bekal menuju alam berikutnya.

Kalau begini, saya langsung bertanya dalam hati, "Kalau gua mati, banyak gak yang nyolati?"

Photo by Mantas Hesthaven on Unsplash

Monday, July 17, 2023

Martabak Manis dan Martabak Asin

Bedanya martabak yang mahal dan yang murah itu terletak di martabak manisnya! Biasanya martabak yang mahal terasa lebih enak, lebih lembut, lebih creamy, dan tidak gampang keras kalau dibesokkan.

Kalau yang asin tidak ada perbedaan yang signifikan. Mau murah mau mahal rasanya beda-beda tipis. 

Tapi kita tahu kalau ada dua jenis martabak ini, biasanya yang habis duluan adalah yang asin. Karena lidah orang Indonesia adalah lidah asin. Yang manis dimakan kalau yang asinnya sudah habis.




Thursday, October 20, 2022

Kalau Saya Jadi Kamu, Saya Akan…

Menyarankan sebuah kebaikan, namun kitalah yang sebenarnya membutuhkannya

Boleh dibilang sedari sulu saya paling malas bila diminta untuk menasehati orang lain. Pernah orang tua dan abang meminta saya untuk menasehati adik. Alih-alih menasehati seperti yang diminta, saya mengubah kata-katanya sehingga jauh dari kesan menasehati. Diubah sedikit saya pikir tidak apa-apa asalkan maksudnya tersampaikan.

Mengapa saya malas menasehati orang? Saya merasa belum layak untuk menasehati orang lain. “Diri sendiri saja belum benar, ini malah mau menasehati orang lain”, begitu kata hati berkata. Saya ingin orang lain dinasehati secara “tidak langsung”, berasal dari perbuatan saya bukan dari kata-kata saya.

Semua Terserah Anda

Awalnya Begitu Indah

Beberapa tahun yang lalu, kami bekunjung ke sebuah perusahaan rintisan di daerah Jakarta. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana membuat aktivtitas internalisasi nilai dan budaya perusahaan di sana. Berharap dari sana ada yang bisa ditiru dan dimodifikasi di tempat kerja kami.

Di sana kami kami diterima dengan baik. Proses tanya jawab dan saling berbagi informasi pun terjadi. Namun ada menarik yang sempat “tertangkap” oleh pendengaran kami. Di sela-sela kegiatan ada dua manager sedang mengeluarkan curahan hatinya masing-masing. Mereka sedang membahas masa depannya. Manager yang satu mempunyai rencana untuk menjadi konsultan ke depannya. Manager yang kedua pun mengiyakan langkahnya. Dia pun mempunyai rencana yang sama. Ternyata kedua manager ini sudah menyadari bahwa karir mereka tidak akan berkembang. Untuk mengantisipasinya mereka berencana merintis karir sebagai konsultan.

Pergi ke Masjid dengan Berjalan Kaki

Selama saya bekerja dari rumah atau work form home (WFH), saya mendapatkan pengalaman yang menarik.

Pengalaman tersebut saya dapatkan ketika saya mau menunaikan sholat jumat. Dikarenakan jarak rumah saya ke masjid cukup dekat saya memilih berjalan kaki pergi ke masjid sekligus berolahraga siang-siang. Kata orang sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dan di sini pengalaman menariknya.

Dengan mengenakkan peci dan menenteng sajadah saya berjalan menuju masjid. Dan selama perjalanan itu, ada dua pengendara mobil dan tiga pengendara motor yang menaarkan tumpangan kepada saya. Karena sedari awal niatnya mau olahraga, maka semua tawaran tersebut saya tolak dengan halus. Dan menariknya dari kelima orang tersebut hanya satu yang saya kenal. Itu juga karena dia tetangga saya. Selebihnya saya tidak kenal.

Friday, April 15, 2022

Menemukan Alasan Yang Kuat Untuk Bertindak


 

Alasan untuk bertindak yang dimiliki berbeda akan memberikan hasil yang berbeda.

Sedalam apa keyakinan seseorang terhadap sesuatu bisa dilihat sejauh mana tindakan yang diambilnya. Semakin dalam seseorang menyakini sesuatu maka semakin luar biasa tindakan yang diambilnya. Sesuatu itu bisa cita-cita yang mau dicapainya, bisa pasangan hidup, nilai-nilai, agama, ide, dan lain sebagainya.

Sunday, March 27, 2022

Panjat Pinang vs Panjat Tebing



Perbedaan panjat pinang vs panjat tebing yang menggambarkan perbedaan gaya kepemimpinan

Apa persamaan dan perbedaan antara panjat pinang vs panjat tebing? Kalau persamaannya adalah keduanya mengandung kata “panjat”. Sedangakan perbedaannya adalah baiknya saya akan bahas di bawah ini, perbedaan panjat pinang vs panjat tebing.

Saturday, March 12, 2022

Stay Focus to The Problem


Stay focus to the problem

 

Ketika saya duduk di bangku SD ada sebuah kejadian yang menarik buat saya. Saya bersekolah di sebuah SD negeri di daerah kabupaten Bekasi dengan Bapak saya sendiri sebagai kepala sekolahnya. Di dalam menjalankan operasi sekolah, Bapak saya dibantu oleh beberapa orang guru, tenaga administrasi, dan penjaga sekolah.

Untuk guru-gurunya terdiri dari guru wali kelas yang mengampu beberapa mata pelajaran sekaligus di kelas yang dia pegang. Dan ada pula guru mata pelajaran tertentu yang mengajarkan ke beberapa atau semua kelas seperti pelajaran agama dan olahraga.

Ceritanya bermula dari sini: ada seorang guru kelas mengajarkan sebuah mata pelajaran kepada murid-muridnya. Kebetulan salah satu muridnya mempunyai ibu yang berprofsesi sebagai guru juga di tempat lain. Karena merasa tidak mengerti atas penjelasan gurunya maka sang murid ini menanyakan kepada ibunya di rumah. Di saat itu sang ibu merasa apa yang telah diterangkan oleh guru anaknya berbeda dengan yang dia pahami.

Tuesday, March 30, 2021

Yang Penting Berusaha. Sukses atau Gagal itu Hanya Hasil Akhir

 

Banyak Peran Orang Lain dan Hal Lainnya di Dalamnya.


Berhasil atau gagal itu hanya hasil akhir. Orang tidak lihat prosesnya.
Berhasil atau gagal itu hanya hasil akhir.

Pada suatu waktu ada seseorang yang memposting soal dirinya di situs linkedin. Dalam postingannya, dia pernah dikritik oleh koleganya bahwa dia adalah orang yang kaya pengalaman namun miskin prestasi. Karena di dalam curriculum vitae-nya dia tidak mencantumkan prestasi atau pencapaian selama bekerja.

Alasannya sederhana, namun dalam. Dia tidak pernah mencantumkan karena dia tidak mau mengklaim seluruh keberhasilannya itu semata-mata kerja keras dia seorang. Padahal ada peran orang lain dan tentunya Alloh SWT di belakang itu semua. Misalnya, dia pernah mencapai penjualan melebihi target yaitu 110%. Dia meragukan kalau itu hasil kerja kerasnya sendiri. Menurutnya ini merupakan hasil bersama-sama dengan kata lain banyak orang yang berkontribusi atas pencapaian ini.

Jadi, kita jangan cepat terpukau ketika membaca prestasi atau pencapaian orang di linkedin. Karena apa yang tertera di situ belum tentu menggambarkan keseluruhan kejadian yang sebenarnya. Bagaimana mungkin postingan dalam satu halaman di situs bisa menceritkan keseluruhan diri seseorang? Kalau membuat deskripsi singkat dan menarik pengunjung itu soal lain.

Friday, February 19, 2021

Berceritalah Agar Bertumbuh

Tumbuh


Kalau kita mempunyai sebuah ide, ide apa pun maka lepaslah dia dari genggaman kita agar dia bisa tumbuh, kuat dan membesar. Ini sama saja dengan berdialektika. Kita mempunyai sebuah tesis, kita lempar ada yang menanggapinya sebagai antitesisnya, pergumulan ini menghasilkan sebuah sisntesis dimana idenya sudah berubah bukan ide kita saja. Dia merupakan gabungan antara ide kita dengan tanggapan dan masukan orang lain.

Wednesday, February 17, 2021

Karena Hidup Bukan Untuk Dikenang Orang

Bekerja untuk keabadian

Untuk apa kita hidup? Untuk mati!

Setelah mati? Untuk dikenang!

Yakin begitu?


Apa yang terjadi setelah kematian kita, itulah refleksi dari segala sepak terjang yang kita lakukan semasa hidup. Apa yang akan dikenang orang setelah kita mati? Cerita-cerita kebaikan atau keburukan? Mudah-mudahan cerita yang baik-baik saja yang diingat. Kalau yang buruk-buruk, cukuplah kita dan Alloh SWT saja yang tahu. Termasuk malaikat-malaikat pencatat amal kebaikan.

Thursday, February 11, 2021

Tuhan pun Mendatangkan Nabi

Meja yang rapih

Atasan saya pernah ngomong seperti ini kepada saya. Seorang atasan kalau tidak setuju, walau pun tidak ngomong, tidak akan pernah terwujud. Misalnya kita mengusulkan sebuah program, sebenarnya atasan kita tidak menyetujuinya. Namun karena tidak enak hati atau merasa kasihan kepada kita akhirnya dia pun menyetujui program tersebut. Jadi lain di mulut lain di hati. Karena pada dasarnya tidak setuju, program itu tidak pernah berjalan atau kejadian sama sekali, walau pun mulutnya mengatakan oke-oke saja.

Teman saya pernah mengalami hal seperti itu. Ketika pertamakali diterapkan program 5R di direktoranya, direkturnya setuju-setuju saja. Karena program itu memang program dari pusat jadi wajib sifatnya. Namun karena sang direktur itu belum memahami benar dan ada perbedaan persepsi mengenai 5R akhirnya program 5R di direktoratnya tidak berjalan dengan baik. Bayangkan itu saja yang berbeda persepsi, belum sampai menolak. Apalagi kalau menolak.

Friday, February 5, 2021

Semua Hanyalah Titipan

Seluas samudra


Kalau kita dititipi sesuatu maka ketika yang yang punyanya datang mengambil seharusnya kita biasa-biasa saja. Soalnya itu bukan milik kita, kita hanya dititipi. Dan titipan itu tidak hanya barang, melainkan harta, anak, pasangan hidup, karir dan lain sebagainya. 

Tuesday, February 2, 2021

Kebijaksanaan Berasal dari Yang Satu, Kembali ke Yang Satu


Kebijaksanaan Ada di Mana-mana

Seorang murid datang menemui gurunya. Dengan wajah tertunduk sepasang bola mata bergerak dengan tatapn kosong. Mulutnya seperti komat-kamit. Sang guru hanya terdiam tanpa berkata apa-apa.

"Guru, saya dalam kebingungan."Akhirnya meluncur juga kata-kata dari mulutnya.

"Apa yang membuatmu bingung, anakku?"

"Saya bingung dengan banyaknya kebijaksanaan yang bertebaran di mana-mana."

"Lalu?"

Monday, February 1, 2021

Result vs Output vs Outcome

Result :

Something that happens or exists because of something else:

-The road has been widened, but the result is just more traffic.

-His broken leg is the direct result of his own carelessness.

-I tried to repaint the kitchen walls with disastrous results.

-To ensure good/the best results, use Italian tomatoes and fresh basil.


Saturday, January 30, 2021

Apa Itu Sistem?

Pertandingan mix martial art (MMA)

Ini pernah terjadi. Beberapa bulan setelah rampung memperoleh sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) kami menghadapi sertifikasi SJH (Sistem Jaminan Halal). Biasanya kegiatan sertifikasi seperti kegiatan audit. Ada tim dari lembaga yang berwenang berkunjung dan melakukan pemeriksaan. Mereka akan memeriksa lapangan dan dokumen yang terkait. 

Mengenai dokumen, ada yang bertanya, "apakah kita harus buat SOP yang baru?" Maksudnya dia yang satu untuk sertifikasi CPKB dan yang satu untuk sertifikasi SJH dokumennya harus dipisahkan. Teman saya nyeletuk, "Gampang saja. SOP yang ada tinggal ditambahi "bismillah" di atasnya. Gampang, kan?" Teman saya ini sedang bercanda namun maksudnya benar. 

Kalau menurut saya kita tidak harus membuat SOP yang terpisah untuk dua keperluan yang berbeda karena yang mau diperiksa itu-itu juga. Orang dari BPOM memeriksa fasilitas produksi, begiu juga orang LP POM MUI memeriksa tempat yang sama. Cuma bedanya adalah kalau orang BPOM memeriksa dengan aspek CPKB sedangkan orang LP POM MUO dengan aspek SJH. Nah terus dokumennya bagaimana agar bisa diperiksa untuk dua tujuan berbeda?