Tuesday, February 18, 2020
Main Unyil-Unyilan
main unyil-unyilan adalah sebuah permainan yang paling "menyedihkan" yang pernah ada. Mengapa bisa begitu "menyedihkan"? Karena main unyil-unyilan adalah permainan yang meniru serial anak Si Unyil yang ada di televisi. Dimana serial anak Si Unyil itu merupakan meniru kehidupan anak-anak Indonesia pada umumnya. Jadi kita meniru kita.
Ketika serial Unyil meniru kita, anak-anak Indonesia, mereka tidak bisa meniru 100 persen tepat. Boneka Unyil dan kawan-kawan memiliki "kekurangan" berupa lengannya yang dibilang cukup pendek untuk disebut lengan. Jadi dalam beberapa gerakannya, boneka-boneka ini tidak sempurna mengikuti kita (La namanya juga boneka hehe). Nah parahnya kita menirunya pula. Benar-benar sebuah proses membuat realitas baru.
sumber gambar : Takahiro Taguchi
Wednesday, February 12, 2020
Receh
Receh
Tidak perlu menjadi raja atau sultan
untuk menjadi bermanfaat
Bahkan menjadi ganjalan pintu dan kuping panci saja
sudah bermanfaat
Tidak perlu memadamkan kebakaran, atau menahan laju kereta datang.
Apalagi menghentikan rotasi bumi.
Cukup dengan tersenyum dan berkata baik,
kamu sudah ada gunanya.
Tidak perlu menjadi sesuatu untu berbuat sesuatu.
Sebaik-baiknya orang adalah orang yang paling bermanfaat.
Kamu bisa melakukan saat ini, dan dimulai dari hal-hal kecil.
sumber gambar : @candukata.id
Tuesday, February 11, 2020
Baru Hapal Sedikit
Pada beberapa tahun lalu, saya pernah beritikaf di masjid bilangan Pos Pengumben. Namanya orang masih bekerja, belum cuti lebaran, itikaf yang dilakukan adalah itikaf kalong. Abis maghrib datang, abis subuh pulang untuk masuk kantor.
Selain menu nasi padang gratis yang menjadi santapan sahur, itikaf ini diadakan sholat qiyamul lail berjamaah. Biasanya dilakukan di jam setengah tiga pagi setelah tidur.
Pada satu kesempatan ada sebuah kejadian menarik. Seorang jamaah menolak untuk memenuhi shaf kosong. Alasannya karena shaf tersebut terpotong tiang masjid. "Saya pernah baca hadits, bahwa shaf yang terpotong, sholatnya tidak sah."
Monday, February 10, 2020
Atas Pertolongan-Nya
Setiap kali ditanya apa rahasianya dalam membesarkan perusahaannya, Bu Nurhayati Subakat, pemilik Wardah Cosmetic, selalu menjawab : atas pertolongan Alloh SWT.
Pada awalnya saya tidak pernah paham atas pernyataan Ibu Nur ini. Mengapa beliau sampai mengatakan seperti ini? Padahal, saya sebagai karyawannya, tahu sekali bagaimana etos kerja Ibu Nur dan sekeluarganya. Boleh dibilang mereka bekerja 24 jam selama 7 hari. Tidak ada pembicaraan yang tidak membahas masalah pekerjaan atau pun perusahaan. Waktu makan malam di meja membicarakan perusahaan, waktu selama perjalanan membicarakan pekerjaan apalagi waktu di kantor pasti membicarakan soal pekerjaan. Jadi menurut saya wajar sekali kalau mereka sukses karena mereka memang benar-benar bekerja keras.
Kemudian pencerahan mulai muncul. Ketika profil Bu Nur sekeluarga dan wardah-nya dibahas oleh Dahlan Iskan di situsnya. Beliau mengatakan bahwa apa yang dilakukan Bu Nur adalah kebetulan yang diusahakan. Memang semua kesuksesan yang diraihnya berasal dari pertolongan-Nya, namun Ibu Nur telah mengusahakannya agar Alloh SWT menolongnya.
Sunday, January 19, 2020
Berubah Atau...
Pada umumnya orang menyukai sebuah perubahan (ke arah yang lebih baik). Seperti halnya orang tua yang menyukai anak-anaknya yang rajin mengaji dan tidak merokok, walau pun bapaknya tidak begitu.
Karena berubah itu memang sulit; tidak mengenakkan pada awalnya. Karena harus mengubah kebiasaan lama atau status quo. Seperti halnya orang yang lama di Indonesia harus merubah cara membersihkan sisa BAB (buang air besar). Dari menggunakan air beralih ke tisu. Itu sangat sulit sekali, malah ada yang tidak mau melakukannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)




