Saturday, November 14, 2020

Ternyata Rahasia Enaknya Indomie Kuah Itu Ada di Bungkusnya



Kita semua tahu bahwa indomie dan mie instan lainnya adalah sesuatu barang yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari, apalagi sehari tiga kali. Dia kita hadirkan dalam perut kita untuk mengembang sehingga bisa mengganjal lambung yang dalam keadaan lapar. Dengan bumbu penyedap dan cabe bubuknya membuat hari kita menjadi sempurna menikmati makanan ini. Dengan atas nama apa pun sebagian besar kita pernah mengalaminya pengalaman menyantap indomie ini.

Dan dengan berbagai alasan sebagian besar orang masih mengkonsumsi indomie ini. Baik indomie goreng maupun indomie kuah. Ada yang karena masalah ekonomi, seperti sebagian besar saudara-saudara kita dan mahasiswa, bosan dengan makanan yang ada, ada yang ingin nostalgia masa-masa dulu, ada yang sebagai makanan di luar jam makan yang eksis dan lain sebagainya. Intinya orang masih menikmati indomie baik rutin maupun sewaktu-waktu. 

Sunday, November 8, 2020

Ketika Lapangan Tidak Seindah Rencana



Saya pernah mengerjakan relayout ruangan selama bekerja di tempat saya bekerja sekarang. Relayotu karena ada departemen yang pindah ke ruangan baru, relayout karena penambahan staff dan lain sebagainya. Dari pekerjaan ini saya mendapatkan sebuah pembelajaran yang menarik. Kalau melihat di kertas lay out ruangan terasa luas, namun ketika dipraktekkan ke lapangan terasa sempit. Ternyata di lapangan tidak seindah rencana. Malah pernah kejadian harusnya di area tersebut bisa muat satu meja, ternyata tidak. Kalau mau harus dengan meja yang lebih kecil ukurannya. Padahal waktu merancangnya sudah berdasarkan gambar lay out perusahaan. Jadi tidak asal-asalan.

Tuesday, October 20, 2020

Kemampuan Untuk Memilah Informasi

Di era informasi ini, banyak informasi membanjiri kehidupan kita siang dan malam. Dan seringnya kita merasa kebingungan untuk memilah informasi yang akan digunakan. Dan ini menjadi kompetensi tersendiri di abad ini.

Seperti dalam beberapa pekan ini, banyak teman-teman berbagi informasi tentang sesuatu hal. Tanpa janjian, mereka berbagi hal-hal yang mirip walau pun sumber dan cara penyampaiannya berbeda. Yang pada awalnya semua orang antusias menerima informasi ini lama kelamaan menjadi bosan bergerak menjadi muak dan mau muntah kalau tidak ditahan (teman saya menyebutnya mau meledak).

Kita mengeluhkan bahwa informasi ini begitu banyak. Satu informasi baru selesai dibaca, ketika mau diterapkan sudah datang informasi yang lain yang datangnya bak air bah di musim hujan.

Di sini, kita harus mempunyai skill untuk mengelola informasi. Pertama kita pilah informasi yang kita butuhkan. Kemudian kita pilih informasi. Dasar pemilihan adalah yang baik secara fundamental (secara konsep make sense dan common sense) dan relevan. Kemudian itu kita pergunakan. Kalau ditengah-tengah ada informasi yang lainnya, tinggal kita uji dengan apa yang sudah kita pilih. Itu jadi tolak ukurnya. Tinggal kita sesuaikan. Kalau informasi yang datang, baik kita terus lanjut dengan yang kita sudah pilih sebelumnya. Kalau ada berbeda sedikit-sedikit, tinggal kita sesuaikan. Kalau ada yang benar-benar berbeda, maka kita perlu pikirkan lagi. Kalau ini lebih baik, yang lama kita tinggalkan. Kalau tidak atau malah bertentangan, kita setia dengan yang kita pilih.

Sejujurnya informasi itu banyak yang tidak baru dari secara isi. Ia seperti barang lama yang berganti-ganti kemasan. Kalau kata atasan saya kalau kita sudah punya pemahaman yang fundamental bisa melihat hal itu dan tidak jadi latah untuk ikut-ikutan. Karena pada prinsipnya tidak ada sesuatu yang baru di muka bumi ini.

Monday, October 5, 2020

Paragonian Yang Berjodoh Dengan Paragon

 Kata orang, mencari pekerjaan itu seperti mencari jodoh. Tidak boleh main-main. Coba bayangkan dari sekian banyak perempuan cantik, mengapa hanya satu yang diizinkan mengisi hati ini? Begitu juga didalam mencari pekerjaan. 

Didalam mencari jodoh, kita tidak boleh sembarangan. Untuk mendukung hal ini kita sudah menyiapkan sekian persyaratan minimum untuk mencarinya. Kata orang tua zaman dulu harus memperhatikan bobot bibit dan bebetnya. Hal ini dilakukan karena orang berjodoh dengan kita inilah yang akan menemani dalam mengarungi kehidupan ini sampai maut memisahkannya. Bayangan kalau kita harus berbagi ruang dan waktu dengan seseorang yang ternyata tidak sejalan dengan kita.

Wednesday, September 30, 2020

Paragon dan Tukang Ojek



Ngomong-ngomong soal Paragon, ada yang tahu enggak kalau dulu itu Paragon namanya Pusaka Tradisi Ibu? Gara-gara nama ini orang suka mengira ini perusahaan obat, bukan perusahaan kosmetik. Karena kata-kata pusaka tradisi ibu-nya itu.