Tuesday, August 25, 2020

Perbedaan Aim, Goal, Target, Objective dan Purpose

Kadang-kadang suka bingung membedakan antara aim, goal, target, objective sama purpose.

Biar memudahkan saya kumpulkan dari cambrigde dictionary

--------------------------------------------------------------------------------

Aim 

a result that your plans or actions are intended to achieve:


example:

- My main aim in life is to be a good husband and father.

- Our short-term aim is to deal with our current financial difficulties, but our long-term aim is to improve the company's profitability.

- The leaflet has been produced with the aim of increasing public awareness of the disease.

--------------------------------------------------------------------------------

Goal

an aim or purpose:


examples:

- Our goal is for the country to be fully independent within two years.

- They have set themselves a series of goals to achieve by the end of the month.

- Do you think I'll be able to achieve my goal of losing five kilos before the summer?


Goals are an observable and measurable end result having one or more objectives to be achieved. Goals are typically broad in scope. For example, a goal might be for an organization to “increase profits”. Or an individual might have a goal to “become certified”.


--------------------------------------------------------------------------------

Target 

a level or situation that you intend to achieve:


example:

The government's target of 3.5 percent annual growth seems easily attainable.


--------------------------------------------------------------------------------

Objective

something that you plan to do or achieve:


examples:

- Her main/prime objective now is simply to stay in power.

- Can the sales team achieve/meet its financial objectives?


Objectives are a specific result you’re trying to achieve within a time frame and with available resources. They’re considered more specific and easier to measure than a goal. Think of them as the steps you will take to achieve the goal. Using the examples above, a company’s objective might be to “Call all existing customers in Q3 with a special promotion to increase sales.”. For an individual, the objective might be to “Research all relevant HR certifications and register for the exam before the end of the year.”


--------------------------------------------------------------------------------

purpose

why you do something or why something exists:


examples:

- The purpose of the research is to try to find out more about the causes of the disease.

- His only purpose in life seems to be to enjoy himself.

- Her main/primary purpose in suing the newspaper for libel was to clear her name.

- I came to Brighton for/with the express purpose of seeing you.

- Letters whose sole purpose is to make a political point will not be published.

- She had the operation entirely for cosmetic purposes.

- a multi-purpose kitchen knife

- I can see no useful purpose in continuing this conversation.

- All my efforts were to no purpose (= failed).

- He gave her a sum of money which she used to good purpose (= well).


Saturday, August 8, 2020

Bagaimana Agar Tulisan Enak DIbaca


Ada sebagian orang yang mempunyai masalah dengan menulis. Baik itu sulit untuk menuangkan ide menjadi tulisan atau bagaimana agar tulisan enak dibaca.

Kalau sulit untuk menulis, maka saran saya mulailah untuk menulis. Menulis apa saja.

Setelah menulis apa saja, maka masuk ke masalah yang kedua. Bagaimana agar tulisan enak dibaca.

Mengapa tulisan kita harus enak dibaca oleh siapa pun yang membacanya? Karena kalau enak dibaca maka ide atau pokok pikiran yang mau disampaikan diterima dengan mudah olehnya. Sehingga tidak ada informasi yang salah. Kita maunya ke kanan, yang membaca menangkapnya ke kanan. Bukan sebaliknya.

Thursday, July 23, 2020

Memecahkan Masalah : Saluran Air yang Mampat

Saluran Air yang Mampat
Gambar saluran air yang hampir meluap
Saluran Setelah Dibersihkan yang Menjadi Penyumbatnya
Gambar saluran air setelah diangkat penyebat tersumbat


Sedang asyik-asyiknya bersih-bersih terdengar komentar seorang anak."Itu ada yang bocor," begitu katanya yang berlalu bersama angin. Ia sedang berkendara, membonceng ibunya.

Buru-buru saya berlari ke jalan samping rumah saya. Permukaannya basah. Dalam pikiran saya terbersit, kemungkian ada orang yang sedang cuci motor atau mobil di dekat situ. Permukaan yang basah disebabkan oleh air sisa pencuciannya.

Pikiran saya itu masih asumsi. Perlu diuji kebenarannya. Saya pun mencari buktinya. Ternyata di sekitar situ tidak ada yang sedang mencuci kendaraan. 

Perhatian saya tertuju ke saluran air yang  memanjang menuju jalan samping rumah saya. Saluran air dan jalan membentuk huruf "T". Saluran itu membawa air buangan domestik dari rumahnya.

Setelah saya lihat benar. Saluran airnya penuh dengan air. Malah hampir bocor.

Monday, July 13, 2020

Apakah Tertawa Bisa Membuat Tidur Nyenyak?




Apakah tertawa bisa membuat tidur nyenyak? 

Sampai saat ini saya belum mendapatkan jawabannya. Namun setelah memperhatikan perilaku anak saya beberapa pekan terakhir ini, saya berkesimpulan ke arah sana.

Anak saya ini mempunyai masalah dengan tidurnya. Dia sering terbangun di tengah malam. Agar bisa tidur kembali dia membutuhkan usaha yang lebih. Termasuk kami orang tuanya harus mengeluarkan "effort" juga. Kami harus menyakinkan, memberi motivasi, dan masukan agar mau tidur lagi. Jadi kalau dia susah tidur lagi, kami juga ikut-ikutan susah tidur.

Apa yang telah terjadi sehingga ada sebuah perbedaan yang signifikan?

Saturday, July 4, 2020

Sedang Belajar "Selesai"

Beberapa bulan ini saya seperti kehilangan arti sebuah "selesai" ketika bekerja. Maksudnya adalah saya mengalami kesulitan untuk menyatakan apa-apa yang saya sedang kerjakan itu sudah selesai. Selalu ada saja yang kurang. Kurang ini, kurang itu. Bahkan ketika tenggatnya tiba.

Biasanya ini dialami untuk jenis pekerjaan yang konseptual, minim arahan dan hal yang baru.

Terus bagaimana saya come up dengan situasi seperti ini? 

Ada beberapa tips yang saya coba terapkan untuk mengatasinya:

1. Tentukan tenggatnya.
Ketika memulai pekerjaannya, saya menentukan tenggatnya. Baik tenggat dari pemberi kerja atau yang saya tentukan sendiri. Pokoknya, besok harus selesai.

2. Bagi menjadi kecil-kecil
Tugasnya ini dibagi menjadi kecil-kecil sampai bisa dieksekusi. Kalau melihat pekerjaan gelondongannya pasti stress dan bingung harus melakukan apa. Kalau melihat seperti ini, bagi pekerjanaan menjadi kecil-kecil. Dan tentunya setiap bagian kecil ini ditentukan kapan selesainya.
Misal : membuat frame work kerja baru. 

Saya bagi-bagi menjadi :
- Mencari referensi yang relevan.
- Mengambil point-point dari referensi
- Membuat draft (bisa dengan ATM Amati Tiru Modifikasi)

3. Berhenti dan bilang selesai!
Ini adalah yang terbaru. Kalau kedua hal sudah dikerjakan, maka saya akan berhenti. Saya akan kirim ke pemberi tugas. Ketika lintasan-lintasan fikiran ada yang masih kurang dan lain sebagainya saya tidak hiraukan. 

Apalagi kalau sudah merasa mentok; tidak tahu harus ngapain. Justru ketika kirim hasilnya, saya suka mendapatkan masukan-masukan yang membuka cakrawala berfikir saya. Ada sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh saya. Jadi ini bagus juga untuk progres pekerjaan saya. Sehingga kita bisa lebih maju lagi.

Coba bayangkan kalau kita tunda-tunda sampai sempurna. Hasilnya belum dikirim-kirim. Kita tidak akan mengalami kemajuan dalam pekerjaan. Tentunya jangan asal kirim.  

Kalau saya belajar (lagi) tentang selesai, ternyata banyak orang yang sudah mengatakan ini:

Continuous improvement better than delayed perfection (Mark Twain). 

Ada lebih baik dari tidak ada (atasan saya sering ngomong ini)

Selesai tidak selesai harap segera dikumpulkan, nah kalau ini guru pengawas ujian!